Gadis Medan | Cewek Medan Lebih Berani
Anton V Gama: Cewek Medan Lebih Berani
Ajang pemilihan model Citra Model Award
tinggal menghitung hari. Diperkirakan ini menjadi satu-satunya ajang
paling bergengsi sepanjang tahun ini di Kota Medan. Selain total hadiah
yang menggiurkan, ajang ini menghadirkan dewan juri yang berkualitas.
Salah satunya, Anton V Gama, mantan model yang terkenal di era 70–80 an. Siapakah Anton V Gama? Para model generasi sekarang tentu tak banyak mengenalnya. Pria berkacamata ini merupakan senior top model, peragawan dan desainer era 70-80 an di Indonesia. Ia sekarang menetap di ibukota Jawa Tengah, Semarang. Ia sengaja didatangkan ke Medan untuk menjaring bibit model berbakat.
”Maaf-maaf saja, saya anti kolusi saat dipercayakan untuk menjadi juri dalam sebuah lomba. Saya paling anti dengan hal seperti itu,” tegasnya. Berulangkali itu diulangnya selama berbicara dengan Global. “Ayo dong merubah image,” ujarnya menanggapi seringnya “praktek tercela” itu terjadi dalam pemilihan-pemilihan model di kota ini. Anton terkenal sebagai juri yang tidak bisa diganggu gugat, paling anti dengan “permainan” dalam setiap perlombaan.
Karena sikap tegasnya itu Anton kerap dipercayakan menjadi juri dalam berbagai ajang pemilihan model baik di Jakarta, Jawa Timur, atau Jawa Tengah.
Anton merintis kariernya saat masih duduk di bangku sekolah. Ia pernah menjadi runner up kejuaraan Festival Fashion Show 1972 di Jawa Tengah. Pada 1973 ia hijrah ke Jakarta dan bertemu dengan Titi Qadarsih (model dan artis senior). Titi lalu membimbing dan mendidik Anton. Ia lalu diajak show diberbagai panggung dan catwalk di hotel berbintang.
Ketika itu Anton juga bergabung dengan agency model. Karena posturnya yang tidak terlalu tinggi Anton memilih menjadi foto model. Namun, tak sedikit pula tawaran untuk memeragakan busana. Anton keterusan. Apalagi setelah ia beberapa kali memenangkan kejuaraan di bidang fashion baik sebagai desainer maupun model seperti Top Model Jawa Tengah 1975, Peragawan Terbaik 1983, terpilih pula sebagai 10 Pria Berprestasi se Jawa Tengah 1989. Saat HUT RI ke-50 di tahun 1995, ia mendapat penghargaan sebagai Tokoh Perintis Dunia Model di Jawa Tengah.
Pria berbintang gemini pehobbi trevelling ini sempat melanglang di dunia fesyen Indonesia bersama top model lain seperti Dhani Dahlan, Nani Sakri, Titi Qadarsih, dan lain-lain. Mereka sering berkeliling daerah seluruh Indonesia.
Pada dekade 1970-1980 wajahnya yang fotogenik sering muncul sebagai cover majalah, kalender dan iklan. Ia pernah mendirikan “Anton V. Gama Modeling” yang memberi pendidikan modelling diberbagai kota dan juga mencari bakat bakat baru di dunia model. Ia juga sering mengisi acara seminar dan ceramah tentang busana dan kepribadian. Selain menjadi juri diberbagai lomba model dan ratu kecantikan tentunya.
Selama beberapa hari di Medan bagaimana tanggapan Anton soal selera fesyen warga Medan? “Cewek Medan termasuk berani dalam berpakaian. Fesyennya oke banget. Mereka lebih berani dari cewek Jakarta. Terutama kalangan Chinesenya,” ujarnya. Dengan potensi itu Anton yakin bibit model sangat banyak di Medan. “Namun, mungkin pelatihnya minim. Akibatnya banyak model yang belum profesional, belum matang, dan langsung merasa sok artis,” tambahnya.
Bagi Anton, seorang model harus memiliki basic pendidikan yang bagus. Ia meyakini, kalau dasarnya sudah bagus maka diarahkan dalam gaya apapun pasti akan bagus. “Saat itulah inner beauty nya keliatan,” katanya.
Anton berharap ajang Citra Award ini bisa berkepanjangan. Ia menaruh harapan ajang ini bisa melahirkan model-model yang bisa bersaing di tingkat nasional. “Tergantung bagaimana ke depannya. Apa setelah lomba, itu yang paling penting,” sebutnya. Anton menilai panitia pelaksana ajang ini bekerja profesional. “Mereka orang-orang kuat, dinamis, dan memiliki spirit untuk meningkatkan nama Medan. Baiknya, ajang ini ada setiap tahun,” katanya.
Meski sudah tidak berjalan di atas catwalk lagi, pria yang sudah travelling keliling dunia ini tetap aktif sebagai sebagai pengamat mode dan seni. Ia masih sering dilibatkan dalam perhelatan dunia model dan seni pentas. Sesekali ia muncul di dunia pentas sebagai pemain teater dan sinetron di stasiun televisi swasta. “Saya mencintai dunia ini. Darah saya sudah di situ (dunia seni),” katanya.
Oleh Yeni Kurniawi | Harian Global Medan




saya mau liat noleh ga?
Reply to this
i want to see men
Reply to this